Bukan lagi masalah hati! Bukan soal cinta atau tidak cinta. Masalahnya adalah sebuah keterlanjuran berharap. Pun tidak berharap untuk bersama dia, melainkan membayangkan apa yang akan kami katakan kepada masing-masing dari kami. Saya sekarang jadi sakit jika dihadapkan pada rasa penasaran ini. Keingintahuan yang besar terhadap sebuah hal yang mungkin saja tidak penting. Tapi kata hati saya mengatakan harapan saya itu perlu dijawab.

 

Saya sudah bosan dengan kondisi tidak mendapat jawab atas tanya yang saya lontarkan. Mungkin nanti jawabnya tidak sesuai dengan harapan (apakah saya masih punya harapan?), tapi persinggahan itu perlu. Tidak penting, tapi perlu! Sangat perlu bagi saya yang ingin semua persoalan jelas. Sejelas langkah saya menuju sebuah peraduan yang saya inginkan.

 

Bangsat!

 

Saya tidak tahu apakah saya bisa selesaikan masalah brengsek ini. Saya sungguh tak mengerti kenapa setan-setan di hati saya meminta jawaban atas pertanyaan yang bahkan saya tidak pernah merangkainya. Keparat mana yang sudah menghunjam isi kepala dan batin saya dengan kegelisahan murahan ini.

 

Sayang!

 

Ini bukan kegelisahan yang murahan. Karena saya merasa semakin tersudut karenanya. Berarti, hentakan hati untuk menagih jawab atas tanya ini begitu saya butuhkan. Kamu tahu artinya butuh, bukan? Jika kamu tak tahu, entah argumentasi apa yang harus saya lontarkan agar kamu mau menjawabnya. Meski sebenarnya, saya justru belum pernah menyampaikan apa-apa, juga argumentasi. Ayolah, Kawan! Jelaskan apakah saya tengah sakit jiwa atau hanya didera melankolisme yang tak perlu?!

 

Pfffhhhh!!!

Post a Comment

*
*